Bekas luka operasi payudara adalah jaringan parut yang terbentuk di garis sayatan tempat implan dimasukkan — di lipatan bawah payudara, ketiak, atau tepi areola — dan bentuk akhirnya dipengaruhi lokasi sayatan, tipe kulit, serta perawatan selama sekitar 1 tahun setelah operasi.
Saat konsultasi, pertanyaan “Seberapa terlihat bekas lukanya nanti?” hampir selalu muncul. Jawaban jujurnya: bekas luka operasi payudara akan tetap ada, tetapi seperti apa bentuk akhirnya sangat bisa dipengaruhi oleh cara Anda merawatnya bulan demi bulan.
Artikel ini tidak membahas ulang teknik operasinya. Perbandingan jalur sayatan dari sisi bedah sudah kami bahas di artikel perbandingan posisi insisi operasi payudara. Di sini kita fokus pada bekas luka operasi payudara saja: kapan bekas luka terlihat, siapa yang lebih berisiko, apa yang perlu dilakukan dari bulan pertama sampai tahun pertama, cara memilih produk, dan pilihan terapi bila bekas luka menebal.
Daftar Isi
Bekas Luka Operasi Payudara di 3 Lokasi: Kapan Terlihat dan Apa yang Perlu Dijaga
Implan bisa dimasukkan melalui tiga jalur: lipatan bawah payudara, ketiak, atau tepi areola. Menurut buku ajar bedah payudara, lokasi sayatan ditentukan bersama jenis dan ukuran implan, kondisi tubuh, keinginan pasien, serta seberapa jelas dokter bisa melihat area operasi — jadi bukan hanya soal “mana yang paling tersembunyi”. Karena perbandingan tekniknya sudah ada di artikel lain, bagian ini hanya melihat bekas luka operasi payudara dari sisi kehidupan sehari-hari.
| Lokasi | Letak bekas luka | Kapan bisa terlihat | Poin perawatan khusus |
|---|---|---|---|
| Lipatan bawah payudara | Di garis lipatan di bawah payudara | Saat berbaring, mengangkat lengan, atau memakai baju renang | Area yang tertarik dan bergesekan dengan bra — kurangi tegangan dan gesekan |
| Ketiak | Di dalam lipatan kulit ketiak | Saat lengan diangkat | Mudah menggelap — lindungi dari matahari, gesekan, keringat, dan cukur |
| Areola | Di batas antara areola dan kulit sekitarnya | Saat dilihat dari jarak dekat | Pantau apakah bekas luka melebar atau tampak lebih putih |
Lipatan Bawah Payudara (Inframammary)
Sayatan dibuat mengikuti garis lipatan alami di bawah payudara. Saat Anda berdiri, bekas luka operasi payudara di lipatan bawah umumnya tertutup oleh payudara sendiri. Namun bekas luka ini bisa terlihat saat Anda berbaring, mengangkat lengan, atau memakai baju renang yang memperlihatkan garis bawah payudara.
Yang paling perlu dijaga di sini adalah tegangan kulit. Kulit dada ikut tertarik setiap kali Anda menggerakkan lengan atau tubuh bagian atas, dan tarikan inilah salah satu pemicu utama bekas luka hipertrofik (bekas luka yang menebal dan menonjol). Garis ini juga tepat di tempat kawat bra menempel, jadi gesekan perlu dikurangi sejak awal.
Buku ajar bedah payudara menyebutkan bahwa implan silikon gel dapat memerlukan sayatan 5–6 cm, sedangkan implan salin bisa kurang dari 3 cm. Buku yang sama menyarankan sayatan diletakkan di posisi lipatan baru yang diperkirakan setelah implan masuk, bukan di lipatan lama, agar bekas luka tidak terlihat dan tidak melebar.
Ketiak (Transaxillary)
Pada jalur ketiak, bekas luka operasi payudara tidak berada di payudara sama sekali, melainkan di dalam lipatan ketiak. Saat lengan turun, bekas luka tertutup lipatan kulit; saat lengan diangkat, bekas luka bisa terlihat.
Kulit ketiak secara alami lebih gelap dan mudah mengalami hiperpigmentasi (bekas luka menjadi lebih cokelat dari kulit sekitarnya). Di iklim tropis seperti Indonesia, ketiak juga sering berkeringat. Karena itu, hindari gerakan lengan yang berlebihan di minggu-minggu awal, jaga area tetap kering, dan tunda cukur atau waxing di dekat bekas luka sampai dokter mengizinkan.
Areola (Periareolar)
Sayatan dibuat di tepi bawah areola. Bekas luka operasi payudara di areola biasanya menyatu dengan batas warna antara areola dan kulit, sehingga tidak terlalu mencolok. Semakin jelas perbedaan warnanya, semakin tersamarkan bekas lukanya.
Meski begitu, perlu diingat bahwa letaknya di bagian depan payudara. Pada areola yang berwarna gelap, bekas luka kadang tampak lebih putih dibanding sekitarnya. Pantau apakah bekas luka melebar atau menonjol. Kemungkinan perubahan sensasi puting atau pengaruh pada menyusui juga sebaiknya dibicarakan sebelum operasi.
Satu hal lagi soal panjang sayatan: alat bantu memasukkan implan memang memungkinkan sayatan lebih pendek. Tetapi bila sayatan dipaksa terlalu pendek, tepi kulit bisa teregang dan tertekan saat implan dimasukkan, sehingga bekas luka justru bisa lebih buruk. Prinsipnya, panjang sayatan disesuaikan dengan jenis dan ukuran implan.
Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Bekas Luka Tebal?
Ada orang yang bekas luka operasi payudaranya tipis seperti garis, ada pula yang menebal walaupun lokasi sayatannya sama. Perbedaan ini sebagian besar dipengaruhi kondisi kulit masing-masing. Buku ajar bedah plastik menyebutkan beberapa kondisi yang membuat bekas luka hipertrofik lebih mudah muncul:
- Luka di area yang tertarik saat bergerak, seperti dada dan bahu
- Infeksi atau luka yang terbuka sehingga peradangan berlangsung lama
- Kulit yang lebih gelap
- Masa perubahan hormon yang besar, misalnya kehamilan
Banyak perempuan Indonesia memiliki kulit sawo matang. Ini bukan halangan untuk operasi, tetapi risiko hiperpigmentasi dan bekas luka operasi payudara yang tebal sebaiknya dibicarakan sejak konsultasi, agar rencana perawatannya disiapkan dari awal.
Jika Anda pernah punya bekas luka yang menonjol — dari tindik telinga, jerawat, atau operasi sebelumnya — ceritakan kepada dokter. Orang yang pernah mengalami bekas luka menebal membutuhkan rencana pencegahan yang lebih ketat sejak hari pertama.
Poin Penting dr. Lee Sung-wook: Pilihlah lokasi sayatan yang aman untuk memasukkan implan di tubuh Anda dan mudah dirawat bekas lukanya — bukan sekadar lokasi yang “tidak terlihat”.
Timeline Perawatan Bekas Luka Operasi Payudara Bulan demi Bulan
Bekas luka operasi payudara terus berubah selama lebih dari satu tahun. Pada bulan-bulan awal, bekas luka biasanya tampak merah dan agak keras, lalu perlahan memudar dan melunak. Menurut buku ajar tentang bekas luka (The Scar Book, 2017), bekas luka hipertrofik mulai muncul 4–8 minggu setelah operasi dan dapat menebal cepat hingga 6 bulan, lalu perlahan mendatar dalam beberapa tahun. Artinya, ada jendela waktu yang jelas untuk mencegah dan menangani penebalan sejak dini.
| Fase | Kondisi bekas luka umumnya | Fokus perawatan |
|---|---|---|
| Operasi – 1 bulan | Luka menutup, bekas luka mulai terbentuk | Kebersihan luka, lepas jahitan, kurangi tegangan |
| 1 – 6 bulan | Bisa merah dan keras; masa yang perlu dipantau | Silicone sheet/gel, tabir surya, kontrol rutin |
| 6 bulan – 1 tahun ke atas | Mulai memudar dan melunak | Evaluasi sisa kemerahan, pigmen, dan ketebalan; terapi bila perlu |
Operasi–1 Bulan: Luka Menutup dengan Rapi
Di bulan pertama, yang paling penting bukan mengoleskan krim bekas luka, melainkan memastikan luka menutup dengan bersih dan bekas luka operasi payudara tidak tertarik.
- Bersihkan luka dan pakai salep persis seperti arahan klinik.
- Jahitan biasanya dilepas 1–2 minggu setelah operasi. Jangan menggaruk atau mengelupas keropeng.
- Setelah jahitan dilepas, tim medis kadang memasang scar tape (plester khusus bekas luka). Plester ini “menahan” kedua sisi luka sehingga tarikan berkurang.
Buku ajar bedah plastik menyebut payudara dan dada depan sebagai area berisiko tinggi untuk bekas luka tebal, sehingga pencegahan sebaiknya dimulai sejak awal. Selama 2–3 minggu pertama, hindari mengangkat lengan tinggi di atas kepala dan mengangkat benda berat. Bra kompresi juga membantu mengurangi tarikan dari luar — cara memilih dan memakainya ada di panduan perawatan dan bra kompresi setelah operasi payudara. Untuk kapan boleh kembali berolahraga, lihat jadwal olahraga setelah operasi payudara.
Tanda yang harus segera dilaporkan: luka terbuka, keluar nanah atau cairan, atau area sayatan makin merah dan terasa panas. Ini bukan lagi soal bekas luka, melainkan soal penyembuhan luka. Infeksi dan peradangan yang berlangsung lama justru merupakan faktor risiko bekas luka tebal, jadi hubungi klinik pada hari itu juga.
Poin Penting dr. Lee Sung-wook: Di bulan pertama, “luka yang menutup bersih” dan “bekas luka yang tidak tertarik” jauh lebih penting daripada krim bekas luka yang mahal.
1–6 Bulan: Masa Bekas Luka Merah dan Keras
Inilah masa paling aktif. Bekas luka operasi payudara bisa terlihat merah, sedikit menonjol, dan terasa keras atau gatal. Kebanyakan masih dalam batas normal, tetapi justru di fase inilah penebalan paling mudah dikenali dan ditangani.
Silicone sheet atau gel. Produk silikon menjaga kelembapan lapisan kulit teratas dan membantu menekan pembentukan kolagen yang berlebihan. Silicone sheet atau gel umumnya dipakai 12–24 jam per hari selama 3–6 bulan, dimulai sekitar 2 minggu setelah operasi ketika permukaan luka sudah tertutup sempurna (biasanya setelah jahitan dilepas). Pastikan dulu saat kontrol bahwa luka Anda sudah siap.
Pijat bekas luka. Setelah luka benar-benar menutup dan dokter mengizinkan (umumnya setelah 3–4 minggu), Anda bisa memijat lembut dengan ujung jari dalam gerakan memutar di sekitar bekas luka. Pijat dapat mengurangi rasa “lengket” di bawah kulit, tetapi buktinya masih terbatas. Anggap saja sebagai pendamping silikon, bukan pengganti. Hentikan bila terasa nyeri atau bekas luka makin merah.
Tabir surya. Hiperpigmentasi lebih sering terjadi pada kulit yang lebih gelap dan bekas luka yang sering terkena matahari. Dalam studi 5 tahun pada 101 pasien Asia (Murakami dkk., 2024), kemerahan bekas luka membaik pada 82% pasien, tetapi pigmentasi hanya membaik pada 21%. Studi ini dilakukan pada pasien rekonstruksi payudara, bukan pembesaran payudara, namun pesannya jelas: warna gelap pada bekas luka bisa bertahan lama. Dengan matahari tropis Indonesia, oleskan tabir surya atau tutupi bekas luka dengan pakaian atau plester saat beraktivitas di luar, terutama selama bekas luka masih merah (biasanya sepanjang tahun pertama).
6 Bulan–1 Tahun ke Atas: Memudar dan Melunak
Setelah sekitar 6 bulan, sebagian besar bekas luka operasi payudara mulai memudar dan melunak. Ini saat yang tepat untuk mengevaluasi ulang sisa kemerahan, warna cokelat, ketebalan, dan lebar bekas luka bersama dokter.
Ingat, bekas luka masih terus berubah lebih dari satu tahun. Jangan terburu-buru menilai hasil akhir hanya dari beberapa bulan pertama. Bila masih ada bagian yang tebal atau warnanya mengganggu, pilihan terapi dibahas di bagian bawah.
Cara Memantau Bekas Luka di Rumah: Checklist Bulanan
Banyak pasien kami pulang ke Indonesia setelah operasi, sehingga pemantauan mandiri menjadi sangat penting. Cara paling sederhana: foto bekas luka operasi payudara sebulan sekali di tempat dan cahaya yang sama. Dengan begitu, perubahan kecil lebih mudah dibandingkan — dan foto ini juga berguna saat Anda berkonsultasi online.
Periksa lima hal berikut:
- Warna: apakah merahnya perlahan memudar, atau justru makin cokelat?
- Tinggi: apakah bekas luka menonjol di atas kulit atau makin keras?
- Lebar: apakah garisnya melebar dibanding sebelumnya?
- Batas: apakah bekas luka menyebar keluar dari garis sayatan asli?
- Gejala: apakah gatal atau nyeri makin berat?
Bila bekas luka operasi payudara Anda memudar dan melunak, kemungkinan besar prosesnya normal. Bila bekas luka menonjol, melebar, menyebar keluar garis, atau gatal dan nyeri bertambah, hubungi klinik tanpa menunggu jadwal kontrol berikutnya.
Poin Penting dr. Lee Sung-wook: Bekas luka paling aktif berubah sampai sekitar 6 bulan. Rutin pakai silikon dan tabir surya di masa ini, dan begitu ada tanda menebal, jangan ditunda — segera periksakan.
Silicone Sheet, Gel, atau Salep? Cara Memilih Produk untuk Bekas Luka Operasi Payudara
Kalau mencari “salep bekas luka” di marketplace, pilihannya sangat banyak. Namun kekuatan bukti tiap jenis produk sangat berbeda. Lihat dulu kandungannya, bukan mereknya.
| Jenis produk | Bukti & kegunaan (menurut buku ajar) | Kapan & bagaimana |
|---|---|---|
| Silicone sheet / gel | Dianjurkan sebagai pilihan pertama (meski kualitas penelitiannya belum tinggi) | Setelah luka menutup, 12–24 jam per hari, 3–6 bulan |
| Hydrocolloid patch | Dressing lembap untuk fase penyembuhan luka | Terutama fase awal, sesuai arahan tim medis |
| Vitamin E / ekstrak bawang | Bukti pendukungnya kurang | Tidak wajib; hentikan bila kulit iritasi |
| Salep / plester steroid | Dipakai untuk meratakan bekas luka hipertrofik dan keloid | Hanya dengan resep dokter spesialis (kulit bisa menipis) |
Silicone Sheet vs Silicone Gel
Menurut buku ajar tentang bekas luka (The Scar Book, 2017), pedoman internasional menganjurkan gel dan sheet silikon sebagai terapi lini pertama untuk mencegah bekas luka berlebihan dan merawat bekas luka hipertrofik serta keloid ringan. Penelitian menunjukkan silicone gel memperbaiki bekas luka hipertrofik secara nyata pada 80–100% pasien, tetapi pada keloid hanya sekitar 35%.
Kita juga perlu jujur soal batas silikon untuk bekas luka operasi payudara. Banyak penelitian tentang silikon kualitasnya belum tinggi, sehingga tinjauan Cochrane (O’Brien & Pandit, 2006; kajian internasional yang menilai kualitas bukti dari banyak penelitian sekaligus) menyimpulkan efeknya belum bisa dipastikan. Meski begitu, silikon tetap menjadi pilihan dengan bukti paling banyak di antara produk bekas luka.
Cara memilihnya praktis: sheet cocok untuk lipatan bawah payudara yang relatif tidak banyak bergerak, sedangkan gel lebih mudah dipakai di ketiak karena sheet sering lepas saat lengan bergerak dan berkeringat. Untuk bekas luka operasi payudara, yang terpenting adalah produk yang bisa Anda pakai secara konsisten. Sesekali silikon bisa menimbulkan ruam; bila kulit merah atau gatal, hentikan dan konsultasikan.
Hydrocolloid Patch
Hydrocolloid adalah dressing yang menjaga luka tetap lembap. Umumnya dipakai di fase awal penyembuhan, dan banyak yang tahan air sehingga praktis saat mandi. Kapan mulai memakainya pada luka sayatan tetap ikuti arahan klinik, agar bekas luka operasi payudara terbentuk dengan rapi.
Vitamin E dan Ekstrak Bawang
Produk ini sering disebut “bagus untuk bekas luka”. Namun buku ajar bedah plastik merangkum bahwa vitamin E atau ekstrak bawang yang dijual bebas kurang didukung bukti untuk mencegah atau mengobati bekas luka. Bila kulit menjadi merah atau gatal setelah memakainya, segera hentikan.
Salep atau Plester Steroid
Pada bekas luka operasi payudara, steroid diresepkan untuk membuat bekas luka hipertrofik atau keloid menjadi lebih datar. Pemakaian jangka panjang bisa membuat kulit menipis, sehingga harus di bawah pengawasan dokter spesialis — jangan membeli dan memakainya sendiri.
Poin Penting dr. Lee Sung-wook: Gonta-ganti salep bekas luka yang mahal tidak lebih baik daripada memakai satu produk silikon secara rutin, dengan waktu dan durasi yang tepat. Itulah cara yang paling sesuai dengan bukti.
Bekas Luka Menebal atau Keloid? Pilihan Terapi Suntik, Laser, dan Revisi
Walaupun sudah dirawat dengan baik, sebagian orang tetap mengalami bekas luka operasi payudara yang menebal atau kemerahan yang bertahan lama karena faktor kulitnya. Langkah pertama adalah mengenali jenis bekas lukanya, lalu memilih terapi yang sesuai.
Bedanya Bekas Luka Hipertrofik dan Keloid
- Bekas luka hipertrofik: tebal, merah, dan menonjol, tetapi tetap di dalam batas luka asli. Seiring waktu bisa mendatar sendiri.
- Keloid: tumbuh melewati batas luka ke kulit sekitarnya. Jarang mengecil sendiri dan sering kambuh setelah dipotong. Dada depan dikenal sebagai area yang rawan keloid.
Jika bekas luka rajin dipantau dan terapi dimulai begitu ada tanda yang tidak biasa, penebalan sering kali bisa dicegah agar tidak berlanjut, bahkan dibalikkan. Bila bekas luka operasi payudara makin tebal, gatal, nyeri, atau meluas, tunjukkan kepada dokter meskipun belum sampai 6 bulan.
Suntik Steroid
Suntik steroid ke dalam bekas luka (intralesi) adalah terapi standar yang sudah lama dipakai untuk bekas luka hipertrofik dan keloid awal. Cara kerjanya menghambat penumpukan kolagen yang berlebihan, dan juga membantu meredakan gatal serta nyeri. Menurut buku ajar, suntik steroid biasanya diberikan setiap 3–4 minggu sebanyak 3–4 kali, dengan angka kekambuhan yang dilaporkan 9–50%. Efek samping yang mungkin muncul antara lain kulit menipis, pembuluh darah halus terlihat, dan nyeri saat disuntik.
Buku ajar prinsip bedah plastik menjelaskan bahwa untuk keloid kecil yang masih awal, kombinasi steroid, silicone sheet, dan tekanan menjadi pilihan pertama. Untuk keloid besar yang membandel, penanganannya bisa menggabungkan operasi, steroid, radiasi, atau metode lain, dan sebaiknya dilakukan oleh dokter atau pusat yang berpengalaman menangani keloid.
Laser Vaskular dan Laser Fraksional
- Laser vaskular (misalnya pulsed dye laser): menargetkan pembuluh darah kecil untuk mengurangi kemerahan dan gatal. Ada laporan manfaat, tetapi penelitiannya masih berskala kecil.
- Laser fraksional (misalnya laser CO2): memperbaiki ketebalan dan tekstur permukaan yang tidak rata, kadang dikombinasikan dengan suntik steroid.
Laser dan suntik bertujuan menyamarkan bekas luka operasi payudara, bukan menghapusnya. Bisa diperlukan beberapa sesi, dan setelah tindakan dapat muncul kemerahan atau perubahan warna sementara.
Kapan Terapi Dimulai dan Kapan Perlu Revisi
Waktu mulai terapi ditentukan dokter berdasarkan kondisi bekas luka operasi payudara Anda. Bila kemerahan bertahan atau ada tanda menebal, terapi bisa dipertimbangkan bahkan sebelum bekas luka matang. Bila tujuannya merapikan bentuk dan tekstur, evaluasi umumnya dilakukan setelah bekas luka cukup stabil, biasanya setelah sekitar 6 bulan. Jika bekas luka melebar atau disertai masalah posisi implan, operasi revisi payudara bisa dipertimbangkan bersamaan dengan perbaikan bekas luka.
Poin Penting dr. Lee Sung-wook: Untuk bekas luka yang menebal, “segera diperiksakan” jauh lebih baik daripada “ditunggu saja, nanti juga membaik”. Terapi yang sama terasa lebih ringan bila dimulai lebih cepat.
Pertanyaan Seputar Bekas Luka Operasi Payudara (FAQ)
Apakah bekas luka operasi payudara bisa hilang sepenuhnya?
Tidak, bekas luka operasi payudara tidak hilang 100%. Sebagian besar memudar dan melunak hingga tidak terlalu mencolok, tetapi bentuk akhirnya berbeda pada tiap orang, tergantung lokasi sayatan, tipe kulit, dan perawatan. Karena bekas luka terus matang lebih dari satu tahun, jangan menilai hasil akhir dari penampilan beberapa bulan pertama.
Bagaimana cara menghilangkan bekas operasi payudara yang menebal dan merah?
Bekas luka operasi payudara yang tebal dan merah bisa merupakan bekas luka hipertrofik atau keloid, jadi segera periksakan ke dokter. Tergantung jenisnya, dokter dapat melanjutkan silikon, memberikan suntik steroid, atau laser. Kuncinya adalah mengenali lebih awal dan memulai terapi lebih cepat.
Kapan mulai pakai silicone sheet dan berapa lama?
Silicone sheet umumnya mulai dipakai setelah permukaan luka menutup sempurna, sekitar 2 minggu setelah operasi atau setelah jahitan dilepas. Pemakaiannya 12–24 jam per hari selama sekitar 3–6 bulan. Waktu mulai bisa berbeda tergantung kondisi luka, jadi pastikan saat kontrol.
Berapa lama perawatan bekas luka implan payudara harus dilakukan?
Silikon biasanya dipakai 3–6 bulan, sedangkan tabir surya dianjurkan selama bekas luka masih merah, umumnya sepanjang tahun pertama. Bila ada tanda menebal, masa perawatan bisa lebih panjang dan mungkin perlu terapi tambahan.
Apakah orang dengan riwayat keloid boleh operasi payudara?
Riwayat keloid tidak otomatis membuat Anda tidak bisa operasi, tetapi wajib diberitahukan sebelum operasi karena kemungkinan bekas luka menebal lebih tinggi. Dokter akan mempertimbangkannya saat memilih lokasi sayatan, mengurangi tegangan sejak awal, memulai silikon segera setelah luka menutup, dan menjadwalkan kontrol lebih sering. Diskusikan risiko dan harapan secara terbuka sebelum memutuskan. Sebagai catatan, bekas luka breast lift (pengencangan payudara kendur) lebih panjang dan polanya berbeda, sehingga perlu dibahas tersendiri.
Kesimpulan: Rawat Bekas Luka Sesuai Kulit dan Fasenya
Bekas luka operasi payudara bukan urusan yang selesai di hari operasi, melainkan bagian dari pemulihan yang berlangsung lebih dari satu tahun. Ada empat prinsip dasarnya: pilih lokasi sayatan yang sesuai dengan tubuh Anda; di bulan pertama, pastikan luka menutup bersih tanpa tarikan; selama 3–6 bulan berikutnya, pakai silikon dan tabir surya secara rutin; dan bila ada tanda menebal, periksakan lebih awal.
Gambaran besar masa pemulihan lainnya bisa Anda baca di artikel tahapan pemulihan operasi payudara.
Jika Anda khawatir kulit Anda mudah membentuk bekas luka tebal, atau bekas luka operasi sebelumnya masih mengganggu, mulailah dengan mengetahui bekas luka operasi payudara Anda sedang berada di fase mana dan apakah ada tanda menebal. Karena cara perawatan berbeda tergantung kondisi kulit, kami menyarankan konsultasi langsung bersama tim MINE Bedah Plastik & Dermatologi — Anda juga bisa mengirim foto bulanan bekas luka saat konsultasi online.
👉 Konsultasi & reservasi online MINE | Telepon: +82-2-516-1175
Referensi: Plastic Surgery Vol.5 Breast (Breast augmentation); Plastic Surgery Vol.1 Principles (Scar prevention, treatment, and revision); Plastic Surgery Vol.4 Trunk and Burns; The Scar Book: Formation, Mechanism, and Treatment (2017); Selected Readings in Plastic Surgery — Wound Healing; Murakami R, dkk. Scar Healing after Breast Reconstruction: A 5-year Follow-up in Asian Patients. J Plast Reconstr Surg. 2024.
※ Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak menggantikan saran medis profesional, diagnosis, atau perawatan. Hasil operasi dapat bervariasi dan efek samping mungkin terjadi. Silakan konsultasikan dengan dokter bedah plastik bersertifikat.
Ditulis & ditinjau oleh: dr. Lee Sung-wook (Dokter Spesialis Bedah Plastik, Direktur MINE Bedah Plastik & Dermatologi)