Operasi dagu ganda tidak berhasil adalah kondisi ketika, setelah operasi ikat otot dagu ganda (platysmaplasty), tonjolan di bawah dagu terasa tidak berkurang seperti yang diharapkan. Sebagian besar kasus terbagi dua: masih dalam masa bengkak, atau masih ada penyebab lain selain otot yang tersisa.
Sudah menjalani operasi, tapi bawah dagu masih terlihat sama? Wajar kalau Anda cemas. Perasaan seperti ini sangat umum, dan kabar baiknya, sering kali jawabannya bukan “operasinya gagal”.
Saya Dr. Lee Sung-wook, dokter spesialis bedah plastik di MINE, Seoul. Kalimat yang paling sering saya dengar saat kontrol pascaoperasi adalah, “Dok, sepertinya tidak ada hasilnya.” Namun setelah mengobrol lebih jauh, banyak di antaranya baru 2–3 minggu setelah operasi. Sebaliknya, kalau tonjolan masih ada setelah beberapa bulan, saat itulah kita perlu memilah dengan tenang: sebenarnya apa yang masih tersisa?
Karena itu, artikel ini hanya membahas tiga hal: apakah sekarang sudah waktunya menilai hasil, apa yang tersisa kalau sudah lewat 3 bulan, dan apa yang perlu disiapkan untuk kontrol ulang. Bila Anda ingin memahami operasinya sendiri lebih dulu, silakan baca penjelasan tentang cara operasi ikat otot platisma dilakukan.
Daftar Isi
- Operasi Dagu Ganda Tidak Berhasil — Kenapa Terasa Begitu?
- Kapan Hasil Bisa Dinilai? 4 Tahap Checkpoint
- Pemulihan Normal vs Tanda yang Harus Segera Dilaporkan ke Dokter
- Sudah 3 Bulan Masih Menonjol: 6 Penyebab Operasi Dagu Ganda Tidak Berhasil
- Otot yang Diikat “Lepas”, atau Masih Bengkak/Ada Penyebab Lain?
- Sebelum Kontrol Ulang: Checklist yang Perlu Dibawa dan Langkah Selanjutnya
- FAQ: Operasi Dagu Ganda Tidak Berhasil
- Kesimpulan dan Konsultasi di MINE Bedah Plastik & Dermatologi
Operasi Dagu Ganda Tidak Berhasil — Kenapa Terasa Begitu?
Rasa “tidak ada hasil” biasanya muncul ketika lapisan yang diubah oleh operasi berbeda dengan lapisan yang sebenarnya membuat dagu tampak menonjol. Tonjolan di bawah dagu tidak dibentuk oleh satu jaringan saja, melainkan oleh beberapa lapisan yang bertumpuk.
Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Diubah oleh Ikat Otot
Ikat otot adalah operasi yang mengumpulkan otot platisma yang kendur (lapisan otot tipis dan lebar yang menyelimuti bagian depan leher) ke tengah, lalu menjahitnya agar bawah dagu kembali tertopang. Bayangkan ayunan jaring (hammock) yang melorot: kedua ujungnya ditarik sampai kencang lagi.
Masalahnya, bahan pembentuk tonjolan di bawah dagu bukan hanya otot ini. Buku teks bedah plastik menggambarkan area bawah dagu sebagai struktur berlapis: kulit, lemak tepat di bawah kulit, otot platisma, lemak dalam di bawah otot platisma, otot digastrik (sepasang otot kecil di bawah dagu), kelenjar ludah submandibular, serta kerangka seperti tulang rahang dan tulang hyoid (tulang kecil berbentuk U di depan leher). Di ruang praktik, penyebabnya pun sering tidak hanya di satu lapisan, tetapi tumpang tindih di beberapa lapisan.
Sederhananya, ikat otot adalah operasi untuk menegakkan kembali “penyangga”. Operasi ini tidak serta-merta menghilangkan lemak yang menumpuk di atas penyangga, atau kelenjar ludah yang tersembunyi di bawahnya.
Ada satu hal lagi yang sering terlupa. Literatur bedah estetik menjelaskan bahwa operasi leher lewat sayatan di bawah dagu terutama mengubah tampilan dari samping (profil), sementara perubahan dari depan cenderung kecil. Area di atas garis rahang bawah, misalnya pipi bawah yang turun (jowl), umumnya juga tidak ikut berubah. Jadi, kalau Anda hanya menilai dari cermin tampak depan, hasilnya bisa terasa lebih kecil dari yang sebenarnya.
3 Kondisi yang Membuat Hasil Terasa “Tidak Ada”
- Masa pemulihan normal dengan bengkak dan rasa keras — jaringan masih menata diri, sehingga kontur belum terlihat jelas.
- Penyebab selain otot masih tersisa — lapisan yang tidak berubah hanya dengan ikat otot, seperti lemak dalam, otot digastrik, atau kelenjar ludah.
- Kulit berlebih masih tersisa — bagian dalam sudah rapi, tetapi kulit yang tersisa tampak kendur.
Ketiganya ditangani dengan cara yang sama sekali berbeda. Untuk yang pertama, jawabannya adalah menunggu. Untuk yang kedua dan ketiga, Anda membutuhkan pemeriksaan yang tepat.
Key Point Dr. Lee: Saat khawatir operasi tidak berhasil, pertanyaan pertama bukan “apa yang tersisa?”, melainkan “sudah berapa minggu sejak operasi?”
Kapan Hasil Bisa Dinilai? 4 Tahap Checkpoint
Setelah ikat otot dagu ganda, bengkak berkurang sekitar 50–60% dalam 2 minggu, 70–80% dalam 3–4 minggu, dan sekitar 90% dalam 2–3 bulan; kontur akhir dinilai setelah 6 bulan. Penilaian baru akurat ketika bengkak sudah cukup hilang sehingga kontur aslinya terlihat, dan banyak kekhawatiran operasi dagu ganda tidak berhasil sebenarnya muncul sebelum titik itu.
Pustaka bedah plastik standar memandang leher sebagai area yang bengkak dan bekas lukanya mereda perlahan, dan contoh kasus di dalamnya pun dievaluasi dari foto sekitar 1 tahun setelah operasi. Artinya, leher perlu dipantau dalam hitungan bulan, bukan minggu. Jadi kalau Anda bertanya hasil ikat otot dagu ganda kapan terlihat, jawabannya bertahap seperti di bawah ini.
1–2 Minggu: Bengkak dan Rasa Keras Masih Normal
Normal: Bengkak paling berat sekitar hari ke-3 sampai ke-5, lalu sekitar 50–60% bengkak hilang di minggu ke-2. Bawah dagu yang justru tampak lebih tebal masih wajar di masa ini.
Perlu diperiksa: Bila satu sisi tiba-tiba membengkak dan nyeri, atau Anda sulit bernapas atau menelan, segera hubungi klinik tanpa melihat sudah berapa lama sejak operasi.
3–4 Minggu: Kontur Kasar Mulai Terlihat
Normal: Sekitar 70–80% bengkak sudah hilang dan garis rahang mulai tampak sedikit demi sedikit. Saat disentuh, rasa keras dan sedikit bergelombang masih bisa ada.
Perlu diperiksa: Bila ada bagian yang terasa bergoyang seperti kantong air saat ditekan, perlu dicek ke dokter.
2–3 Bulan: Penilaian Awal Sudah Bisa Dilakukan
Normal: Sekitar 90% bengkak sudah hilang, sehingga ini saat yang tepat untuk membandingkan dengan foto sebelum operasi. Mulai dari sini, kita bisa membicarakan “apa yang masih tersisa”.
Perlu diperiksa: Bila tonjolannya hampir sama seperti sebelum operasi, sebaiknya jadwalkan kontrol ulang untuk memilah penyebabnya.
Setelah 6 Bulan: Penilaian Kontur Akhir
Normal: Sisa rasa keras dan rasa tertarik ikut mereda, lalu kontur akhir terbentuk. Pemeriksaan akhir biasanya dilakukan setelah 6 bulan.
Perlu diperiksa: Bila tonjolan masih ada dan mengganggu di tahap ini, saatnya memeriksa “penyebab yang tersisa” yang dijelaskan di bawah.
Apa yang perlu dijaga dan bagaimana merawatnya di setiap minggu sudah saya rangkum dalam panduan perawatan minggu demi minggu setelah ikat otot.
Key Point Dr. Lee: Menyimpulkan “tidak ada hasil” sebelum 3 bulan biasanya terlalu dini. Namun tanda bahaya di bagian berikut harus segera diperiksakan, kapan pun munculnya.
Pemulihan Normal vs Tanda yang Harus Segera Dilaporkan ke Dokter
Patokannya sederhana: kalau makin hari makin membaik, itu pemulihan normal; kalau muncul tiba-tiba atau makin parah, itu tanda perlu diperiksa. Sebagian besar rasa “tidak berhasil” selama masa pemulihan termasuk kelompok pertama. Bengkak paling berat di hari ke-3 sampai ke-5, sedangkan rasa keras dan tertarik sering baru mereda perlahan dalam beberapa bulan.
Rasa yang Masih Termasuk Pemulihan Normal
Setelah operasi leher, jaringan di bawah kulit menjadi keras saat sedang menyatu, lalu perlahan melunak kembali. Jadi walaupun rasa keras di tengah masa pemulihan membuat Anda merasa “operasinya tidak jadi”, sebagian besar bukan karena tidak ada hasil, melainkan karena jaringan masih dalam proses sembuh.
Tanda yang Harus Segera Menghubungi Klinik (Tabel)
Menurut referensi bedah plastik, seroma (cairan bening yang menumpuk di area operasi) dan kulit berlebih termasuk keluhan yang sering muncul setelah operasi leher, sekaligus alasan yang kerap berujung pada operasi ulang. Gunakan tabel berikut untuk membedakan kondisi normal dan tanda yang perlu dicek.
| Rasa / tampilan | Masih normal | Segera hubungi klinik |
|---|---|---|
| Keras / benjolan | Kedua sisi sama-sama keras dan perlahan melunak seiring waktu | Bergoyang seperti kantong air saat ditekan (mungkin seroma atau sialocele, yaitu kantong cairan ludah) |
| Bengkak | Paling berat di hari ke-3–5, lalu terus berkurang | Satu sisi tiba-tiba membesar dan nyeri (mungkin hematoma, yaitu penumpukan darah) |
| Rasa tertarik / kaku | Terasa tertarik saat menunduk atau menoleh | Sulit bernapas atau menelan |
| Warna & suhu kulit | Memar berubah kekuningan lalu memudar | Terasa panas, kemerahan, atau keluar nanah (mungkin infeksi) |
| Sensasi & beda kiri-kanan | Mati rasa ringan atau sedikit beda kiri-kanan (umumnya pulih dalam beberapa bulan) | Gerakan sudut bibir di satu sisi berubah dengan jelas |
Bagian ini sengaja tidak membahas semua efek samping, hanya tanda yang membantu memutuskan “boleh menunggu atau tidak”. Kalau kondisi Anda ada di kolom kanan, jangan menunggu jadwal kontrol, langsung hubungi klinik tempat Anda dioperasi.
Key Point Dr. Lee: Rasa keras adalah tanda yang boleh ditunggu. Rasa bergoyang seperti cairan atau bengkak mendadak di satu sisi adalah tanda yang tidak boleh ditunggu.
Sudah 3 Bulan Masih Menonjol: 6 Penyebab Operasi Dagu Ganda Tidak Berhasil
Kalau bengkak sudah hilang tetapi bawah dagu masih menonjol, artinya ada sesuatu selain otot yang masih tersisa. Bila setelah 2–3 bulan bengkak sudah berkurang sekitar 90% namun hasilnya tetap terasa tidak ada, enam kemungkinan berikut perlu dicek satu per satu.
- Lemak subkutan (lemak tepat di bawah kulit)
- Lemak dalam di bawah otot platisma
- Bagian depan otot digastrik
- Kelenjar ludah submandibular
- Kulit berlebih
- Faktor tulang, seperti dagu pendek atau tulang hyoid yang rendah
Sebuah tinjauan klinis tentang kontur leher menekankan bahwa membuang lemak di atas otot platisma saja sering tidak cukup, terutama pada leher yang lebih penuh. Bila struktur yang lebih dalam (lemak di bawah otot, otot digastrik, kelenjar submandibular) tidak dinilai, hasilnya bisa terasa kurang memuaskan. Itulah sebabnya keenam lapisan ini perlu diperiksa terpisah.
Lemak Subkutan Masih Tersisa
Yang terlihat: Saat kulit di bawah dagu dicubit pelan, terasa lemak lunak yang tebal. Lipatan saat menunduk tampak lebih jelas.
Yang diperiksa dokter: Ketebalan yang bisa dicubit dinilai dengan perabaan, dan bila perlu ketebalan lemak dilihat dengan USG. Bila sisanya sedikit dan elastisitas kulit masih baik, sedot lemak biasanya dipertimbangkan lebih dulu.
Lemak Dalam di Bawah Otot Platisma
Yang terlihat: Hampir tidak ada yang bisa dicubit, tetapi sudut antara dagu dan leher tampak bulat dan tumpul. Ini sering saya temui pada orang yang sejak kecil memang bawah dagunya selalu bulat.
Buku teks bedah plastik menjelaskan bahwa lemak dalam di bawah otot platisma tidak bisa disedot dengan kanula; lemak ini harus diangkat langsung lewat sayatan di bawah dagu. Sudut leher-dagu yang tumpul seumur hidup bisa disebabkan oleh lemak ini, kadang bersamaan dengan posisi tulang hyoid yang rendah atau lebih ke depan. Kalau hanya otot yang diikat sementara lapisan ini tertinggal, penyangganya memang sudah tegak, tetapi “bantalan” di bawahnya masih ada, sehingga tonjolan tetap terlihat.
Yang diperiksa dokter: Catatan operasi dicek untuk melihat apakah lemak dalam ikut ditangani, lalu lapisannya dibedakan dengan perabaan dan pencitraan. Bila lapisan ini terbukti menjadi penyebab utama, barulah pendekatan langsung lewat sayatan di bawah dagu didiskusikan.
Bagian Depan Otot Digastrik Menonjol
Yang terlihat: Teraba garis tebal vertikal di kiri dan kanan tepat di bawah tengah dagu. Garis ini makin keras saat menelan ludah atau membuka mulut.
Otot digastrik adalah sepasang otot kecil yang terletak di bawah otot platisma. Dalam pustaka anatomi bedah estetik disebutkan bahwa pada sebagian pasien bagian depan otot ini ikut menyumbang tonjolan di bawah dagu, dan bila demikian, permukaannya bisa ditipiskan bersamaan dengan pengangkatan lemak dalam. Namun tindakan ini tidak dibutuhkan semua orang, jadi pemeriksaan dulu seberapa besar pengaruh otot ini.
Kelenjar Ludah Submandibular Justru “Terlihat”
Yang terlihat: Tampak benjolan bulat dan keras di kedua sisi, tepat di bawah tulang rahang. Ada yang merasa benjolan ini malah lebih menonjol dibanding sebelum operasi.
Ini bisa jadi bukan karena kelenjarnya membesar, melainkan karena kelenjarnya “terlihat”. Rujukan bedah plastik menjelaskan bahwa kelenjar submandibular yang menonjol sering tidak tampak saat operasi pertama karena tertutup lemak leher dan otot platisma yang kendur; setelah leher dikencangkan, kelenjar ini baru muncul sebagai tonjolan sisa di sisi samping bawah dagu. Secara anatomi, kelenjar ludah submandibular berada di sisi luar titik pertemuan otot digastrik dan tulang hyoid.
Operasi untuk mengecilkan kelenjar ludah memang ada, tetapi risikonya juga perlu Anda ketahui. Studi Mendelson (2015) terhadap 112 kasus reduksi kelenjar submandibular (Mendelson BC dkk., Plast Reconstr Surg 2015;136:463-471) mencatat komplikasi ringan sebesar 10,8%. Dalam penelitian yang sama, sialocele dan kelumpuhan saraf sementara masing-masing terjadi pada 4,5% kasus dan semuanya pulih dalam 3 bulan. Studi itu tidak menemukan pasien dengan mulut kering permanen, tetapi juga mengingatkan risiko yang jarang namun serius: perdarahan di bagian dalam leher yang bisa menekan saluran napas.
Yang diperiksa dokter: Perabaan dan USG dipakai untuk membedakan apakah itu lemak atau kelenjar ludah. Meskipun kelenjar ludah terbukti menjadi penyebabnya, tidak berarti harus ditangani; risiko di atas dan perubahan yang bisa didapat dibicarakan bersama. Untuk pembesaran kelenjar ludah yang memang sudah ada sejak sebelum operasi, baca penjelasan tentang pembesaran kelenjar ludah dan cara pemeriksaannya.
Kulit Berlebih Masih Tersisa
Yang terlihat: Bagian dalam terasa sudah rapi, tetapi saat mendongak, kulit tipis tampak kendur atau berkerut. Ini sering terjadi pada usia lebih matang atau setelah perubahan berat badan yang besar.
Ada prinsip yang mungkin terdengar mengejutkan. Buku teks menjelaskan bahwa mengubah sudut leher yang bulat menjadi sudut yang tegas justru membutuhkan kulit lebih banyak, bukan lebih sedikit. Garis miring dari dagu ke leher yang ditekuk menjadi siku-siku akan berubah dari satu sisi miring menjadi dua sisi, sehingga panjang totalnya bertambah. Karena itu, pada orang dengan kulit berlebih yang banyak, ikat otot saja bisa membuat kulit tampak kendur, dan perlu dinilai apakah cakupannya diperluas hingga neck lift (informasi neck lift (American Society of Plastic Surgeons)).
Faktor Tulang: Dagu Pendek dan Tulang Hyoid Rendah
Yang terlihat: Dari samping, ujung dagu tampak mundur ke belakang, atau batas antara dagu dan leher memang sejak awal menyambung rendah.
Bila tulang hyoid letaknya rendah atau lebih ke depan, sudut antara dagu dan leher menjadi tumpul. Kerangka seperti ini sulit diubah dengan operasi jaringan lunak. Terus terang, besarnya perubahan yang bisa diharapkan dari ikat otot pun jadi berbeda.
Satu hal lagi: “Kalau diambil lebih banyak, bukankah beres?” bukanlah jawabannya. Bila lemak di bawah dagu diangkat terlalu banyak, kulit tipis bisa tampak bergelombang dan kendur di sisi garis rahang jadi makin menonjol. Buku ajar bedah estetik bahkan mencatat bentuk leher yang tampak “cekung” di bawah dagu akibat pengangkatan lemak dalam yang berlebihan, dan kondisi ini justru menjadi alasan operasi perbaikan.
Key Point Dr. Lee: Tonjolan yang tersisa setelah operasi sering kali penyebabnya lebih dari satu. Langkah berikutnya baru bisa ditentukan setelah dicek lapis demi lapis.
Otot yang Diikat “Lepas”, atau Masih Bengkak/Ada Penyebab Lain?
Otot yang “lepas” berarti garis bawah dagu yang sempat membaik kembali turun setelah beberapa bulan. Kondisi ini perlu dibedakan dari “sejak awal perubahannya memang kecil”.
Pola yang Bisa Dicurigai sebagai “Lepas”
- Garis bawah dagu yang jelas tampak membaik setelah bengkak hilang, kembali turun dalam beberapa bulan.
- Pita otot vertikal di depan leher kembali terlihat jelas saat mendongak atau menarik sudut bibir ke bawah.
- Saat dibandingkan dengan foto lama, alurnya jelas “sempat membaik lalu kembali seperti semula”.
Kenapa Lebih Sering Bukan Karena Lepas
Kalau tonjolan hampir tidak berubah sejak awal, yang lebih dulu dipertimbangkan adalah masa bengkak yang belum selesai atau penyebab tersisa yang sudah dijelaskan di atas, bukan otot yang lepas. Leher termasuk area di mana koreksi pita otot cukup sering tidak sempurna. Selain itu, dengan cara pengikatan yang sama pun, tingkat koreksinya berbeda pada tiap orang tergantung kekuatan dan ketebalan ototnya. Kajian ilmiah tentang penuaan wajah juga mencatat bahwa teknik penyangga otot platisma bisa menopang area bawah dagu secara tidak sepenuhnya merata, dan bisa membuat kelenjar submandibular lebih terlihat.
Karena itu, patokan paling mudah untuk membedakan “tidak ada hasil” dan “lepas” adalah: sejak kapan berubah? Apakah sempat membaik lalu kembali, atau sejak awal memang tidak banyak berubah? Jawabannya menentukan apa yang perlu diperiksa.
Key Point Dr. Lee: Mencatat tanggal dan menyimpan foto sejak kapan perubahan terjadi adalah bantuan terbesar untuk membedakan otot yang lepas dari penyebab yang tersisa.
Sebelum Kontrol Ulang: Checklist yang Perlu Dibawa dan Langkah Selanjutnya
Kalau Anda merasa operasi dagu ganda tidak berhasil, kontrol ulang bukan tempat untuk memvonis “operasinya gagal”, melainkan kesempatan untuk melihat dengan tepat lapisan mana yang masih tersisa. Di sana, alasan hasil berbeda dari harapan diperiksa lapis demi lapis.
4 Hal yang Sebaiknya Dibawa Saat Kontrol
- Foto sebelum operasi — tampak depan dan samping, saat mendongak dan saat menunduk.
- Catatan operasi — sampai lapisan mana lemak ditangani, serta apakah lemak dalam dan kelenjar ludah ikut ditangani.
- Foto per periode — misalnya 2 minggu, 1 bulan, dan 3 bulan, tampak depan dan samping dengan pencahayaan dan sudut yang sama.
- Catatan gejala — kapan rasa keras, rasa bergoyang, rasa tertarik, atau perubahan sensasi muncul dan bagaimana perkembangannya.
Kalau Anda menjalani operasi di Korea lalu sudah pulang ke Indonesia, Anda bisa lebih dulu mengirim foto dan catatan operasi lewat konsultasi online atau WhatsApp sebelum menjadwalkan pemeriksaan langsung.
Kapan Operasi Revisi Sebaiknya Dibicarakan?
Prinsipnya, pembicaraan soal operasi ulang dilakukan setelah jaringan cukup stabil, yaitu setidaknya beberapa bulan kemudian, dan setelah penyebab yang tersisa dipastikan lewat pemeriksaan. Bila buru-buru ditangani lagi saat bengkak masih ada, penilaian justru bisa jadi kabur.
Kalau Anda ingin tahu bagaimana alur perubahan yang biasa terjadi setelah operasi, lihat juga perubahan nyata dari minggu ke-2 hingga bulan ke-3.
Key Point Dr. Lee: Dengan foto dan catatan, “apa yang tersisa” bisa dipilah jauh lebih akurat.
FAQ: Operasi Dagu Ganda Tidak Berhasil
Kapan hasil operasi ikat otot dagu ganda bisa dinilai berhasil atau tidak?
Penilaian awal bisa dilakukan di bulan ke-2 sampai ke-3, saat sekitar 90% bengkak sudah hilang, dan kontur akhir dinilai setelah 6 bulan. Rasa “tidak ada hasil” sebelum itu biasanya disebabkan oleh bengkak dan rasa keras.
Sudah 1 bulan setelah ikat otot, bawah dagu masih keras dan menonjol — apakah normal?
Umumnya normal. Minggu ke-3 sampai ke-4 adalah masa ketika sekitar 70–80% bengkak hilang, jadi rasa keras dan benjolan yang tersisa masih wajar. Namun bila terasa bergoyang seperti kantong air, satu sisi tiba-tiba bengkak, atau terasa panas, segera hubungi klinik.
Kenapa kelenjar ludah di bawah dagu malah terlihat lebih menonjol setelah ikat otot?
Setelah lemak berkurang dan otot dikencangkan, kontur kelenjar ludah submandibular yang semula tersembunyi di baliknya bisa jadi terlihat. Lemak atau kelenjar ludah bisa dibedakan dengan pemeriksaan langsung dan USG.
Bagaimana cara tahu otot yang diikat sudah lepas?
Curigai otot lepas bila garis yang sempat tampak baik setelah bengkak hilang kembali turun seiring waktu, atau pita otot vertikal terlihat lagi. Kondisi ini berbeda dari hasil yang sejak awal memang sedikit berubah, jadi cara paling akurat adalah membandingkan foto dari tiap periode.
Kalau hasilnya tidak terlihat, apakah harus langsung operasi revisi?
Tidak. Meski hasilnya terasa tidak ada, tunggu sampai jaringan cukup stabil, pastikan dulu penyebab yang tersisa, lalu putuskan bersama dokter spesialis berdasarkan hasil pemeriksaan itu. Tergantung penyebabnya, langkah yang tepat bisa jadi bukan operasi ulang.
Kesimpulan dan Konsultasi di MINE Bedah Plastik & Dermatologi
Kalau Anda khawatir operasi dagu ganda tidak berhasil, cek dulu sudah berapa minggu sejak operasi. Bila belum 3 bulan, biasanya Anda masih dalam masa bengkak. Bila sesudahnya tonjolan masih ada, perlu dipilah lapis demi lapis: lemak dalam, otot digastrik, kelenjar ludah, kulit, atau kerangka tulang. Rasa bergoyang seperti cairan atau bengkak mendadak di satu sisi harus segera diperiksakan, kapan pun munculnya.
Kondisi lemak, otot, kelenjar ludah, dan kulit di bawah dagu berbeda pada tiap orang, sehingga penilaiannya pun berbeda. Untuk melihat kondisi Anda secara akurat, saya sarankan konsultasi tatap muka. Metode operasi dan alur pemeriksaannya bisa Anda baca di halaman layanan operasi dagu ganda di MINE Bedah Plastik.
Sebelum datang ke Seoul, Anda bisa memulai dengan konsultasi online atau WhatsApp dan mengirimkan foto serta catatan operasi lebih dulu, atau menghubungi kami di +82-2-516-1175. Rencana pemeriksaan ditentukan setelah penilaian individual.
Ditulis & ditinjau oleh: Dr. Lee Sung-wook, Dokter Spesialis Bedah Plastik — MINE Bedah Plastik & Dermatologi, Seoul
※ Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak menggantikan saran medis profesional, diagnosis, atau perawatan. Hasil operasi dapat bervariasi dan efek samping mungkin terjadi. Silakan konsultasikan dengan dokter bedah plastik bersertifikat.