Benjolan di Bawah Dagu Kelenjar Ludah? Letak, 4 Tipe Tonjolan & 3 Jalur Menghilangkannya

Garis sayatan sekitar 2–3 cm di lipatan bawah dagu untuk eksisi parsial kelenjar submandibula

Benjolan di bawah dagu kelenjar ludah adalah tonjolan padat di bawah garis rahang yang muncul karena kelenjar submandibula — kelenjar ludah besar di sisi dalam-bawah tulang rahang — berukuran besar atau turun sehingga terlihat dari luar; berbeda dengan lemak, tonjolan ini tidak hilang dengan diet.

Banyak orang datang ke klinik dengan cerita yang mirip: berat badan sudah turun, pipi sudah tirus, tetapi area bawah dagu tetap terlihat menonjol dan terasa keras saat diraba. Sebagian bahkan sudah menjalani sedot lemak, namun garis rahangnya tetap tidak tegas.

Artikel ini fokus pada empat hal: di mana tepatnya letak kelenjar ini, bagaimana membedakannya dari lemak, otot, atau kulit kendur, jalur apa saja untuk menguranginya, dan kenapa operasinya cukup lewat sayatan kecil 2–3 cm di lipatan bawah dagu. Biaya, efek samping, dan jadwal pemulihan per minggu kami bahas di artikel terpisah.

Di Mana Letak Kelenjar Submandibula di Bawah Rahang?

Kelenjar submandibula (kelenjar ludah bawah rahang) adalah salah satu dari tiga kelenjar ludah besar di tubuh kita, bersama kelenjar parotis (di depan telinga) dan kelenjar sublingual (di bawah lidah). Ukurannya terbesar kedua setelah parotis.

Kelenjar submandibula beratnya sekitar 10–15 gram per sisi, dan jumlahnya sepasang: satu di kiri, satu di kanan.

Segitiga Submandibular: Tepat di Bawah-Dalam Tulang Rahang

Kelenjar ini terletak di sisi dalam-bawah badan tulang rahang bawah, di area yang disebut segitiga submandibular. Bayangkan sebuah ruang berbentuk segitiga antara ujung dagu dan sudut rahang, tepat di bawah tepi tulang. Di situlah kelenjar ini “duduk”.

Cara meraba sendiri cukup sederhana. Tundukkan kepala sedikit, lalu tekan perlahan dengan dua jari tepat di bawah-dalam tulang rahang, kira-kira di tengah antara dagu dan sudut rahang. Lemak terasa lembut dan dangkal. Kelenjar terasa lebih dalam, lebih padat, dan seperti massa kenyal yang tidak bisa dicubit.

Diagram letak kelenjar ludah: parotis, sublingual, dan kelenjar submandibula — sumber benjolan di bawah dagu kelenjar ludah

Lobus Superfisial dan Lobus Dalam: Batas Otot Milohioid

Secara anatomi kelenjar ini satu kesatuan. Namun, dokter biasa membaginya menjadi dua bagian: lobus superfisial (bagian luar) dan lobus dalam. Pembatasnya adalah otot milohioid (otot tipis yang membentuk dasar mulut).

Menurut jurnal bedah estetika, operasi estetika hanya mengangkat lobus superfisial kelenjar submandibula, yaitu bagian di luar otot milohioid. Bagian inilah yang tampak menggantung di bawah garis rahang.

Kenapa tidak lebih dalam? Di dekat lobus dalam berjalan saraf lingual dan saraf hipoglosus, yaitu saraf yang mengatur rasa dan gerak lidah. Inilah dasar batas eksisi pada operasi estetika: cukup bagian luar yang menonjol, tidak masuk ke lapisan dalam.

Tugasnya: Sekitar 60–65% Air Liur Saat Istirahat

Kelenjar submandibula menghasilkan sekitar 60–65% air liur saat istirahat, yaitu saat Anda tidak sedang makan. Saat mengunyah, justru kelenjar parotis yang bekerja paling keras, dibantu kelenjar sublingual dan ratusan kelenjar ludah kecil di dalam mulut.

Dalam kondisi normal, kelenjar ini tersembunyi di balik garis rahang. Masalah estetika baru muncul bila ukurannya besar atau posisinya turun, sehingga garis rahang terlihat tumpul dan bawah dagu tampak penuh.

Benjolan di Bawah Dagu Kelenjar Ludah atau Lemak? Tabel 4 Tipe

Tidak semua tonjolan di bawah dagu berasal dari kelenjar. Setidaknya ada empat sumber yang berbeda, dan masing-masing butuh penanganan yang berbeda pula.

Empat tipe tonjolan di bawah dagu dan penanganan pertamanya
Tipe Rasa saat diraba / tampilan Penyebab utama Penanganan pertama
Lemak Lembut, bisa dicubit Penumpukan lemak di bawah kulit Sedot lemak bawah dagu
Otot Muncul pita vertikal saat dagu diangkat Otot platisma (otot tipis di leher) kendur atau membentuk pita Platysmaplasty (ikat otot), neck lift
Kelenjar Dalam dan padat, tepat di bawah tulang rahang Kelenjar submandibula besar atau turun Botox kelenjar ludah atau eksisi parsial
Kulit Kulit kendur dan berkerut Elastisitas kulit menurun Neck lift atau face lift

Dalam praktik, banyak pasien memiliki dua atau tiga tipe sekaligus. Misalnya, lemak dan kelenjar sama-sama menonjol, atau kelenjar turun bersamaan dengan otot platisma yang mengendur.

Cara Meraba dan Mengamati di Depan Cermin

Berdirilah menyamping di depan cermin dan perhatikan garis antara dagu dan leher. Coba cubit area bawah dagu: bila bisa dicubit tebal, kemungkinan besar itu lemak.

Lalu angkat dagu ke atas. Bila muncul pita-pita vertikal di leher, otot platisma ikut berperan. Terakhir, raba tepat di bawah tulang rahang di kedua sisi. Tonjolan yang tetap padat, terasa dalam, dan tidak berubah walau berat badan turun mengarah ke kelenjar.

Kenapa Perlu USG untuk Memastikan

Rabaan tangan hanya memberi petunjuk awal. Pemeriksaan USG memastikan ukuran dan posisi kelenjar, sekaligus membedakannya dari lemak atau kelenjar getah bening. Penjelasan lebih rinci ada di artikel tanda dan pemeriksaan USG hipertrofi kelenjar ludah.

Ada satu hal yang sering mengejutkan pasien. Diet atau sedot lemak tidak mengubah tonjolan tipe kelenjar, karena kelenjar berada di bawah lapisan lemak. Bahkan, setelah lemak di atasnya diambil, kontur kelenjar bisa terlihat makin jelas.

Kenapa Kelenjar Ludah Bisa Terlihat Menonjol?

Ada tiga alasan utama munculnya benjolan di bawah dagu kelenjar ludah, dan sering kali lebih dari satu terjadi bersamaan.

Bawaan: Kelenjar Memang Besar

Pada sebagian orang, kelenjar ini memang besar sejak awal. Kondisi ini sering terlihat pada usia 20–30-an yang bertubuh langsing, karena tidak ada lemak yang “menutupi” bentuk kelenjar.

Platisma dan Fasia Mengendur

Seiring usia, otot platisma dan fasia (selaput jaringan ikat yang membungkus kelenjar) meregang. Akibatnya, kelenjar turun ke bawah garis rahang walaupun ukurannya tidak berubah.

Terlihat Setelah Berat Badan Turun

Saat lemak di leher berkurang, kontur kelenjar yang sebelumnya tersamar menjadi tampak. Inilah sebabnya sebagian orang justru baru menyadari tonjolan ini setelah diet berhasil.

Buku teks bedah plastik estetika mencatat satu temuan penting: saat dibedah, kelenjar yang menonjol ternyata memang “besar”, bukan sekadar “turun”. Karena itu, menjahit kelenjar ke atas atau hanya mengencangkan platisma tidak memadai untuk kasus seperti ini. Temuan inilah yang menjadi dasar eksisi parsial, yaitu mengurangi bagian kelenjar yang berlebih.

Tanda yang Perlu ke Dokter THT Dulu

Tonjolan estetika biasanya muncul perlahan, tidak nyeri, dan simetris kiri-kanan. Bila Anda mengalami salah satu tanda di bawah ini, periksakan diri ke dokter THT lebih dulu, bukan ke konsultasi estetika:

  • Bengkak yang muncul mendadak dan terasa nyeri.
  • Satu sisi terus membesar dari waktu ke waktu.
  • Bawah dagu bengkak setiap kali makan.

Tanda-tanda ini bisa mengarah ke peradangan kelenjar (sialadenitis), batu saluran ludah, atau tumor, yang penanganannya berbeda dari prosedur estetika.

3 Jalur Menghilangkan Kelenjar Ludah di Bawah Dagu

Bila tonjolan memang berasal dari kelenjar, ada tiga jalur yang perlu dibedakan. Dua untuk estetika, satu untuk penyakit.

Perbandingan tiga jalur penanganan kelenjar submandibula
Botox kelenjar ludah Eksisi parsial (estetika) Eksisi total (penyakit)
Prinsip Menekan aktivitas kelenjar sehingga volume menyusut sementara Hanya mengangkat lobus superfisial yang menonjol di bawah garis rahang Mengangkat seluruh kelenjar
Kandidat utama Pembesaran ringan, kelenjar sedikit turun Pembesaran dan penurunan kelenjar yang jelas Tumor, batu, radang kronis
Sayatan Tanpa sayatan Lipatan bawah dagu, sekitar 2–3 cm Umumnya di sisi leher
Daya tahan Sementara, perlu diulang tiap beberapa bulan Jaringan yang diangkat tidak tumbuh lagi (perubahan karena penuaan tetap terpisah) Bukan tujuan estetika

Kalau Anda masih menimbang dua jalur estetika, panduan lengkapnya ada di artikel botox atau operasi kelenjar ludah.

Botox Kelenjar Ludah: Sementara, Diulang Beberapa Bulan

Botox bekerja dengan menghambat sinyal saraf yang memerintahkan kelenjar memproduksi air liur. Kelenjar yang “beristirahat” perlahan mengecil, sehingga cocok untuk pembesaran ringan. Efeknya sementara, jadi suntikan perlu diulang. Buku teks teknik estetika minimal invasif juga mengingatkan bahwa otot milohioid melintas di dekat kelenjar ini, sehingga titik dan kedalaman suntikan harus tepat agar tidak mengganggu proses menelan. Bila sudah berkali-kali disuntik tetapi perubahannya kecil, baca penjelasan tentang botox kelenjar ludah tidak mempan.

Eksisi Parsial Kosmetik: Hanya Bagian yang Menonjol

Eksisi parsial berarti hanya bagian kelenjar yang turun di bawah garis rahang yang diangkat. Sisa kelenjar dibiarkan dan tetap bekerja. Karena jaringan yang sudah diangkat tidak tumbuh kembali, hasilnya lebih menetap dibanding botox.

Eksisi Total: Untuk Penyakit, Bukan Estetika

Buku teks tentang kelainan kelenjar ludah menjelaskan bahwa tumor kelenjar submandibula umumnya memerlukan pengangkatan seluruh kelenjar. Tujuannya mengobati penyakit, bukan merapikan garis rahang, sehingga pendekatan dan pertimbangannya berbeda sama sekali.

Kenapa Cukup Sayatan 2–3 cm di Lipatan Bawah Dagu?

Eksisi parsial dilakukan melalui sayatan sekitar 2–3 cm di lipatan pertama bawah dagu. Ukuran kecil ini bukan sekadar soal bekas luka; jalur ini dipilih karena aman secara anatomi.

4 Langkah Eksisi Parsial Kelenjar Submandibula

  1. Menentukan garis sayatan. Dokter menandai lipatan pertama yang muncul di bawah dagu saat Anda menunduk, lalu membuat sayatan sekitar 2–3 cm. Jalur ini sama dengan jalur platysmaplasty (ikat otot), sehingga dua prosedur bisa dilakukan lewat satu sayatan.
  2. Masuk dengan menjauhi saraf. Dari sayatan bawah dagu, dokter mendekati kelenjar dari sisi bawahnya. Dengan cara ini, jarak dari jalur saraf di tepi rahang tetap terjaga. Eksisi dibatasi pada lobus superfisial, jadi lapisan dalam tempat saraf lingual dan hipoglosus berjalan tidak disentuh.
  3. Mengangkat hanya bagian yang menonjol. Selaput pembungkus kelenjar dibuka dan kelenjar dibebaskan dari jaringan sekitarnya. Garis tulang rahang dipakai sebagai acuan, lalu bagian kelenjar yang turun di bawahnya diangkat. Jaringan kelenjar lunak dan kaya pembuluh darah, sehingga ketepatan adalah inti langkah ini.
  4. Menjahit dan memasang drain. Bila perlu, otot platisma yang kendur ikut diikat untuk merapikan bawah dagu. Luka dijahit berlapis, dan selang kecil (drain) dipasang untuk mengalirkan cairan, umumnya selama 1–2 hari.

Bagaimana dokter menentukan berapa banyak yang diangkat? Literatur bedah leher menggambarkan satu patokan anatomi yang praktis. Bayangkan garis lurus dari titik terendah otot digastrik bagian depan (otot kecil di bawah dagu yang membantu membuka mulut) ke tepi bawah tulang rahang. Bagian kelenjar yang menonjol melewati garis ini adalah bagian yang dipertimbangkan untuk diangkat. Patokan seperti ini membantu hasil kiri dan kanan lebih seimbang dan mencegah pengangkatan yang berlebihan.

Literatur yang sama menjelaskan bahwa kelenjar terbungkus kapsul, yaitu selaput tipis yang berasal dari lapisan fasia leher. Kapsul ini dibuka dengan hati-hati lebih dulu, baru kelenjar dilepaskan dari perlekatannya. Urutan inilah yang membuat bagian luar kelenjar bisa dikurangi tanpa mengganggu struktur penting di sekitarnya.

Diagram dua langkah eksisi parsial kelenjar submandibula lewat sayatan bawah dagu bersama pengangkatan lemak dan pengikatan platisma

Diagram ini menunjukkan operasi gabungan (lemak dagu + ikat otot) dengan sayatan sekitar 2,8–3 cm; bila hanya kelenjar yang dikurangi, langkah pengangkatan lemak tidak dilakukan.

Menjauhi Saraf Marginal Mandibula

Saraf marginal mandibula adalah cabang saraf wajah yang menggerakkan sudut bibir bawah. Saraf ini berjalan di sepanjang tepi tulang rahang, cukup dekat dengan kelenjar.

Buku teks bedah plastik mencatat saraf marginal mandibula bisa berupa 1 cabang hingga 3–4 cabang, dengan jalur dan kedalaman yang berbeda tiap orang. Karena variasi inilah, pendekatan dari bawah kelenjar lewat lipatan dagu menjadi pilihan yang lebih aman dibanding masuk dari tepi rahang.

Kelebihan dan Batas Sayatan Bawah Dagu

Kelebihannya:

  • Bekas luka berada di dalam lipatan, sehingga sulit terlihat kecuali saat mendongak.
  • Kelenjar diangkat di bawah penglihatan langsung, sehingga kesimetrisan kiri-kanan lebih mudah diatur.
  • Sedot lemak atau ikat otot bisa dilakukan lewat jalur yang sama.

Batasnya juga perlu Anda ketahui:

  • Bekas luka memudar, tetapi tidak hilang sepenuhnya; pada kulit tertentu bisa kemerahan atau menebal.
  • Risiko cedera saraf tidak pernah nol, karena jalur saraf berbeda pada tiap orang.
  • Bila kulit dan fasia sangat kendur, neck lift mungkin tetap diperlukan.
  • Hasil akhir tidak bisa dinilai dari bentuk saat masih bengkak.

Apa Kata Buku Teks dan Penelitian

Sebuah penelitian tahun 2015 meninjau 112 kasus berurutan reduksi kelenjar submandibula pada bedah estetika leher (Mendelson & Tutino (2015), 112 kasus reduksi kelenjar submandibula). Para penulisnya menilai prosedur ini sebagai kemajuan penting untuk kontur leher, sambil mencatat bahwa data hasil dan komplikasinya masih terbatas.

Laporan yang lebih baru (Buckner & Shah (2025)) menegaskan bahwa yang diangkat pada operasi estetika adalah lobus superfisial. Risiko yang dicatat literatur antara lain perdarahan di ruang leher dalam, cedera saraf sementara atau permanen, seroma (kumpulan cairan), dan sialocele (kantong air liur).

Bila terjadi kelemahan sementara pada saraf marginal mandibula, literatur bedah menyebut pemulihannya bisa memakan waktu hingga sekitar 90 hari.

Ringkasan Operasi dan Pemulihan

Hari Operasi dalam Angka

Operasi berlangsung sekitar 1–1,5 jam per sisi, dengan bius sedasi atau bius umum tergantung luas eksisi dan prosedur gabungan. Drain biasanya dipasang 1–2 hari dan aktivitas harian umumnya kembali dalam 2–3 minggu.

Pita kompresi dipakai sekitar 2–4 minggu, dan garis rahang biasanya stabil dalam 3–6 bulan. Rincian per minggu ada di artikel jadwal pemulihan operasi kelenjar ludah.

Wanita minum segelas air untuk menjaga hidrasi selama pemulihan setelah operasi kelenjar ludah

Sebelum Operasi: 3 Hal yang Harus Disampaikan

  • Obat pengencer darah dan suplemen seperti omega-3 atau vitamin E perlu didiskusikan lebih dulu.
  • Bila merokok, berhentilah 2–4 minggu sebelum operasi.
  • Riwayat mulut kering atau sindrom Sjögren (penyakit autoimun yang membuat mulut dan mata kering) wajib disampaikan, karena kelayakan operasi perlu dinilai ulang.

Setelah operasi, bila satu sisi tiba-tiba membengkak atau nyerinya makin berat, segera hubungi klinik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara membedakan benjolan di bawah dagu kelenjar ludah atau lemak?

Lemak terasa lembut dan bisa dicubit, sedangkan kelenjar terasa dalam dan padat tepat di bawah tulang rahang. Tonjolan kelenjar juga tidak hilang walau berat badan turun. Kepastiannya didapat lewat pemeriksaan USG.

Apakah kelenjar ludah yang diangkat bisa tumbuh lagi?

Jaringan kelenjar yang sudah diangkat tidak tumbuh kembali. Namun, sisa kelenjar dapat ikut turun bersama fasia seiring bertambahnya usia, perubahan berat badan, dan menurunnya elastisitas kulit. Karena itu, hasil tidak bisa dijanjikan permanen secara mutlak.

Apakah mulut jadi kering setelah eksisi parsial?

Mulut kering yang mengganggu jarang terjadi, karena sisa kelenjar dan kelenjar ludah lain ikut berbagi fungsi. Penjelasan lengkapnya ada di artikel mulut kering setelah operasi kelenjar ludah.

Kenapa sedot lemak tidak menghilangkan tonjolan kelenjar ludah?

Kelenjar berada di bawah lapisan lemak dan dibungkus fasia. Sedot lemak hanya mengambil lemak, sehingga kelenjar tetap di tempatnya. Bahkan, setelah lemak berkurang, kontur kelenjar bisa terlihat makin jelas.

Seberapa terlihat bekas sayatan 2–3 cm di bawah dagu?

Sayatan berada di dalam lipatan bawah dagu, sehingga sulit terlihat dari depan. Bekasnya memudar selama sekitar 3–6 bulan. Pada kulit tertentu bekas luka bisa menebal, dan perawatan bekas luka dapat dilakukan bila perlu.

Pastikan Penyebab Benjolan Dulu, Baru Pilih Jalurnya

Lemak, otot, kelenjar, atau kulit: tipe tonjolan menentukan penanganan yang tepat. Bila sumbernya kelenjar, pilihannya adalah botox lebih dulu atau eksisi parsial lewat sayatan 2–3 cm, tergantung ukuran kelenjar dan seberapa jauh ia turun.

Ukuran kelenjar, jarak ke saraf, serta kondisi kulit dan fasia berbeda pada setiap orang, sehingga foto saja tidak cukup untuk menilainya. Di MINE (Gangnam, Seoul), dokter spesialis memeriksa langsung benjolan di bawah dagu kelenjar ludah Anda sebelum menyarankan jalur yang paling sesuai untuk garis rahang V yang rapi dengan prosedur yang aman.

Sebelum berangkat ke Korea, Anda bisa memulai dengan konsultasi online melalui WhatsApp, telepon +82-2-516-1175, atau formulir konsultasi di minepsid.com. Setiap prosedur tetap memiliki kemungkinan efek samping, dan hasilnya berbeda pada tiap orang.

Ditulis & ditinjau oleh: dr. Lee Sung-wook, Direktur Utama (Spesialis Bedah Plastik)
MINE Bedah Plastik & Dermatologi | 813 Nonhyeon-ro, Gangnam-gu, Seoul, Korea Selatan | Telepon +82-2-516-1175

※ Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak menggantikan saran medis profesional, diagnosis, atau perawatan. Hasil operasi dapat bervariasi dan efek samping mungkin terjadi. Silakan konsultasikan dengan dokter bedah plastik bersertifikat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *